Shopping ala Geng Motor Beler Resahkan Warga
JAKARTA - Geng Motor Beler punya istilah khusus yakni "shopping" untuk setiap aksinya. Namun bukan shopping dalam arti belanja seperti yang lazim terdengar, melainkan merampas motor yang menjadi target operasi.
"Mereka (Geng Motor Beler) itu menggunakan istilah shopping untuk merampok kendaraan bermotor," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat Kompol Suwondo Nainggolan di Mapolres Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2009).
Geng Motor Beler merupakan geng yang cukup meresahkan. Mereka tidak hanya bergerombol di jalan namun juga merampas motor yang sedang dikendarai di jalan-jalan tertentu. Bahkan, mereka juga tak segan menganiaya si pemilik motor.
Anggota geng motor tersebut kebanyakan merupakan warga keturunan dan berusia ABG serta tak lebih dari 20 tahun. Geng ini biasa berkumpul dan melakukan aksinya di Lindeteves, diskotek Seribu Satu di Taman Sari, Jakarta Barat serta di depan Hotel Sheraton di Jalan Gunung Sahari, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Salah satu anggota geng yang berhasil dibekuk yakni Edward Pratama alias Edu (14) mengaku, dia bergabung bersama geng itu karena ikut-ikutan teman.
"Saya hanya ikut-ikutan saja. Saya tertarik sama geng ini dan saya baru sekali ini ikut-ikutan ngerampas. Korban saya kebuti dan saya ambil motornya. Saya pepet dan saya gebuki," jelas Edu.
Anggota lainnya yang berhasil dibekuk yakni Romi Saputra alias Medan (20), Tjong Tony (20), Yudi alias Gembel (19), Yohanes Pratama alias Tompel (20), Janhiung alias Rajeb (19), Kelvin Fitra alias Gendut (15), dan Richard (18).
Saat ini, mereka mendekam di Mapolres Jakarta Pusat dan sebagian di Rutan Pondok Bambu karena masih di bawah umur
CKCKCKCK
anak2 muda jaman sekarang
kayak gw ne dah tua aja ya
pan masih ABG NEH
